Home

Lenght : Series

Genre : Mistery – Romance – Humor – Sad.

Cast : Annete Jane Ming – Park Chanyeol – Sehun.

 

(Dia seperti Matahari yang bersinar di malam hari, menerangi kegelapan yang selalu menyelimutiku, menghilangkan rasa takutku akan cahaya yang bisa membakar tubuhku)

***

“Ibu Ratu dalam bahaya!!!“ Teriak seorang pelayan berlari tergopoh-gopoh menghampiri seorang Pengawal yang sedang berjaga-jaga di luar tenda.

“Baiklah aku akan segera kesana. Kalian jagalah Putri disini.“ Pesan Pengawal itu. Sontak membuat Jane yang sedang beristirahat di dalam tenda terkejut dan langsung berdiri hendak berlari keluar. Begitu Jane mulai mengambil langkah, terngiang pesan ibu padanya. “Jane anakku. Apapun yang terjadi jangan perlihatkan siapa dirimu yang sebenarnya, tahanlah dirimu demi kerajaan kita, bersikaflah seperti manusia normal adanya selayaknya manusia, agar mereka tidak curiga padamu. Jangan tunjukkan perbedaan dirimu dengan manusia lainnya. Terlebih lagi kau adalah seorang Putri Mahkota. Kau mengertikan Jane? “ Ah suara itu menahan langkahnya dan  berhenti.

“Tunggu….! Aku akan ikut denganmu!“ Teriak Jane pada sang Pengawal yang baru saja mulai berlari pergi.

“Ampun Putri, ini sangat berbahaya. Ada badai salju yang tiba-tiba datang, sebaiknya kau diam saja disini. Biarkan aku menjalankan tugasku sebagai seorang pengawal, aku berjanji akan membawa ibunda Ratu dengan selamat. Mohon tenangkan diri anda dan beristirahatlah.“ Sahut pengawal. Setelah memohon diri pamit membungkukkan tubuhnya di depan Jane dengan hormat, lalu  ia segera melangkah pergi dengan beberapa pengawal lainnya.

Meskipun Jane sangat cemas, tapi ia berusaha menahan diri untuk tidak ikut serta. Jane hawatir jika saja di luar sana nanti tanpa sadar  ia akan melakukan larangan itu untuk menolong Ibu Ratu. Ia berusaha meyakinkan diri bahwa Pengawal itu pasti akan memenuhi janjinya untuk membawa Ibu Ratu dengan selamat. Jane mondar-mandir  resah di depan tenda. “Apa sebenarnya yang terjadi pelayan?“ Tanya Jane pada seorang pelayan yang berdiri menunduk tak jauh darinya, rambut hitamnya terlihat memutih karna butiran salju.

“Ratu ingin melihat Diamond Snow yang menurut cerita hanya akan muncul  ketika matahari baru terbit, dari itu Ratu memaksakan diri untuk kesana meskipun tempatnya ada di dataran tinggi pegunungan ini. Aku di minta untuk menunggu barang-barang di bawah dan tidak di izinkan untuk ikut, karena ada beberapa orang pelayan yang  sudah menyertai Ratu. Tapi tiba-tiba saja badai salju datang dengan angin yang sangat kencang, itulah mengapa aku berlari kesini memberitahukan kepada Pengawal apa yang sedang terjadi, aku hawatir dengan keadaan Ratu disana.“ Tutur pelayan setia Istana.

Jane menarik nafas dalam-dalam, angin dingin langsung terasa menyegarkan rongga lehernya. Dirinya semakin hawatir setelah mengetahui bahaya yang begitu besar sedang menimpa Ibu Ratu. Ingin rasanya ia langsung pergi saja menyusul para Pengawal itu, pasti sangatlah mudah baginya untuk sampai tujuan dalam waktu singkat. Ia mudah saja menyelamatkan Ibu Ratu tanpa perlu bersusah payah. Jika Jane diam saja disini, mungkin para pengawal itu juga dalam bahaya dan kewlaahan mencari jejak keberadaan sang Ratu. Langkah Jane semakin tak pasti, kadang maju selangkah, kadang mundur lima langkah, kecemasan tanpak jelas di wajahnya.

Sejurus kemudian Ratupun muncul di iringi beberapa orang Pengawal di belakangnya. Jane segera berlari menghampiri Ibunda Ratu dan langsung memeluknya. “Eomma, Gwaenchanayo? Apa Eomma yang terluka?“ Tanyanya langsung.

“Ne. Eomma gwaenchansseumnida. Secara tiba-tiba ada sosok misterius datang menyelamatkan kami, para pelayanpun tidak ada yang terluka. Siapapun orang itu, Eomma sangat berterima kasih. Dia seperti Malaikat yang di kirim Tuhan untuk menyelamatkan kami.“ Jawab Ibunda Ratu sambil tersenyum.

“Huh? Siapa dia? Apakah Eomma melihat wajahnya?“ Jane menjadi penasaran. Siapakah gerangan  seseorag yang bisa menyelamatkan banyak orang dalam badai salju yang besar itu? Mustahil jika orang itu hanya manusia biasa.

“Entahlah, mata Eomma seakan menjadi buta dan tubuh Eomma terbang melesat menembus angin. Saat membuka mata ternyata kami semua sudah berada di bawah gunung dengan aman, dan ketika itu barulah Pengawal Tsang chun datang.“ Cerita Ibunda Ratu dengan lembut.

“Ah. Aku sangat senang Eomma selamat. Aku hampir gila memikirkan betapa pusingnya kepalaku memikirkan Eomma. Eomma lebih baik sekarang mari beristirahat, kau pasti sangat lelah berjalan jauh.“ Kata Jane dan menuntun Ibunda Ratu menuju tenda.

***

Melihat Ibu Ratu memejamkan mata, Jane keluar melalui pintu tenda belakang. Dalam sekejab ia langsung melesat pergi seperti angin. Tak heran jika Jane memiliki kemampuan tinggi seperti itu karna Ia adalah sosok Dhampire. Karna ia memiliki Ayah seorang dari makhluk lain yang bernama vampire dan Ibu dari manusia biasa. Meskipun Vampire sterile alias mandul karna mereka adalah makhluk Undead, dengan hanya melalui besarnya kecintaan sang Vampire terhadap sang wanitalah yang mampu membuatnya menghasilkan keturunan. Hasil dari hubungan itulah ia menjadi keturunan Vampire yang di sebut Dhampire. Ia sama kuatnya dengan Vampire atau bahkan bisa lebih besar. Vampire yang lemah terhadap cahaya matahari sehingga takut keluar di siang hari, tapi Dhampire tidak memiliki kelemahan tersebut.

“Apakah kau yang menolong Ibuku?“ Tanya Jane begitu tiba di depan Chanyeol yang sedang berdiri di belakan pohon.

“Eoseo osipsio.“ Chanyeol menjawab pertanyaan Jane dengan ucapan selamat datang sebagai sindiran karna kedatangan Jane yang begitu tiba-tiba. Tanpa basa-basi langsung saja memnyerangnya dengan pertanyaan. “Bagaimana kau mengetahui keberadaanku disini?” Tanya Chanyeol balik.

Jane tidak tersindir sedikitpun. Ia bahkan diam tidak menanggapi ucapan laki-laki bertubuh jangkung di depannya ini. “Kau yang menolong Ibuku kan? Tak satu orangpun yang terlihat disini selain kau.”

Karena Tidak ada respon dari Jane, Cahnyeol langsung saja ke topik pembicaraan. “Ooo, apakah itu Ibumu? Dan dia adalah seorang Ratu? Itu berarti kau adalah seorang Putri? Ahh begitu banyak hal menakjubkan yang kau sembunyikan dariku. Sejak awal kita bertemu kau memang terlihat aneh.“ Ia menjawab pertanyaan Jane dengan balik memberi seabrik pertanyaan tentang Jane.

“Aneh?“ Tanya Jane dengan menekankan suaranya.

Chanyeol mengangguk pasti. “Tapi cantik,“ ralatnya langsung memuji dengan senyuman nakal. Jemari tangannya sibuk memusutkan selembar daun yang ia petik tadi.

“Aiiissh Jeongmal. Aku sangat tidak suka gombalanmu. Aku kesini untuk  berterima kasih karna sudah sekian kali kau menolong Ibuku. Meskipun aku tidak tahu bagaimana caramu bisa menolongnya, apakah kau memiliki kekuatan ajaib?“ Kata Jane.

“Itu karna aku memiliki tubuh yang bagus dan berguna di saat-saat tertentu.“ Timpal Chanyeol sambil memperlihatkan otot tangannya, ia selalu membawa suasana tegang menjadi sesantai mungkin.

Jane mengambil sebongkah salju dan meleparnya ke dada Chanyeol, seketika salju-salju itu berguguran seperti hujan dari atas jaket yang di kenakannya. “Hya! aku sedang tidak mood bercanda.“ Tukas Jane.

Chanyeol tersenyum ke arah Jane. “Tersenyumlah, wajah kaku seperti itu tidak cocok untuk wajah cantikmu.“ Chanyeol memandang Jane lekat-lekat. Putri cantik di depannya ini ia namakan sebuah keajaiban. Selama ia hidup lebih dari 500 tahun, belum pernah ia merasakan kehidupan, hanya memiliki waktu yang panjang namun sama saja seperti kematian. Lima tahun sejak bertemu dengan Jane di hutan ketika berburu, ia menyelamatkan Ibu Jane dari binatang buas yang sedang mengejarnya. Entah mengapa Gadis cantik ini sangat hoby dalam berburu dan melakukan hal-hal yang berbahaya seperti itu. Bahkan untuk naik ke atas bukit inipun bukanlah hal yang mudah. Pandangan mata Jane yang tajam memancarkan betapa dinginnya hati gadis ini. Bibirnya yang tak pernah menyunggingkan senyum meski hanya sekali. Tingkah lakunya yang sangat kaku dan membosankan. Semua itu membuat Chanyeol semakin ingin mendekati Jane untuk memberikan sedikit kehangatan di antara kebekuan yang mengelilingi gadis ini.  Karena itulah ia tidak ingin Jane mengetahui kebenaran tentang dirinya, Ia hawatir Jane akan menjauhinya dalam ketakutan.

“Apa lagi yang kau sembunyikan dariku selain dari kenyataan bahwa kau adalah seorang Putri. Apakah ada? Atau kau adalah Alien, misalnya? Apa mungkin kau memiliki sayap seperti Peri?“ Tanya Chanyeol mengembalikan pembicaraan awal.

“Jika kau ingin mengetahuinya, maka tetaplah bersamaku.“ Jawab Jane dengan singkat dan jelas. Dalam hati Jane merasa bersalah telah tidak jujur pada Chanyeol, ia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya adalah sosok Dhampir seorang pemburu yang jauh lebih ganas dari Vampire. Dan Vampirelah yang menjadi buruannya nomor satu.

“Aa, geuraeyo(Begitu)… Tentu. Geureom(jadi) aku akan terus bersamamu.“ Sahut Chanyeol. “Ahsss… menurutku kau harus mulai memanggilku Oppa, kau tau kan bagaimana menyebut kata itu. Lihat bibirku. Oppa! Ayo katakan, Oppa.“ Cerocos Chanyeol sambil memperagakan apa yang di katakannya.

Jane melangkah mendekati Chanyeol, ia berdiri sangat dekat di depan tubuh Chanyeol. Chanyeol agak kikuk dan memperbaiki cara berdirinya agar tegap. Telapak tangan Jane yang pucat langsung menutup bibir Chanyeol. Chanyeol terhenyak dengan mata melotot. Jane kemudian mendekatkan bibirnya ke wajah Chanyeol lalu berucap pelan sekali. “Andwe.“ Nafasnya yang hangat terasa sangat lembut menyapu kulit wajah Chanyeol. Setelah itu Janepun berlari menjauh, telapak kakinya timbul tenggelam di atas salju yang menumpuk seperti lautan, lalu meninggalkan jejak-jejak kecil di atasnya.

“Apakah kau sama sekali tidak ingin bertanya apapun tentangku?!!” Teriak Canyeol keras, seiring dengan langkah Jane yang menjauh.

Jane menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan, ia memicingkan mata karena salju tipis yang berterbangan seperti debu. “Bukankah lebih baik jika kau katakan saja padaku langsung segalanya tentangmu!?“ Balas Jane.

“Bagaimana jika aku ini berbahaya bagimu?!!”

“Maka aku akan membunuhmu sebelum bahaya itu terjadi!”

“Apakah ada orang yang memiliki takdir kematian dua kali?”

“Lalu, bagaimana menurutmu? Apakah kau pernah mati sebelumnya dan hidup lagi?”

Chanyeol diam. Dalam hati ia membenarkan ucapan Jane. Begitupun dengan Jane, ia tidak melanjutkan ucapannya. Dalam hati ia mengakui sebenarnya dirinyalah makhluk yang berbahaya bagi Chanyeol.

Dari arah barat, angin berhembus semakin kencang, di baling semburan salju muncul tiga laki-laki bertubuh tegap berjalan ke arah Chanyeol. Semakin dekat mata mereka semakin jelas memerah. Jane mengantisipasi diri, ia tahu mereka bertiga itu adalah kelompok Vampire yang memiliki keahlian khusus. Seringkali Jane melihat mereka berburu hewan di hutan dan tak jarang berburu manusia yang sedang beraktifitas di sekitar hutan. Tak jarang mereka membunuh klan Vampire yang lebih lemah. Sejauh yang Jane selidiki, mereka adalah anak buah dari klan Vampire terkuat bernama Wong Kin Hung, Ayah kandung Jane.

Sulit bagi Jane untuk menyerang mereka sekarang, karena Chanyeol pasti akan melihatnya. Chanyeol pasti akan heran melihat dirinya begitu tangguh melawan Vampire, fikir Jane. Apa yang harus ia lakukan sekarang, ketiga Vampire itu sudah berdiri tepat di depan Chanyeol.

Sementara Chanyeol memohon dalam hati agar Jane diam saja di tempat, karena di tempat ini sekarang sedang diisi oleh makluk berbahaya. Ia berharap Jane tetapl berdiri disitu, di balik badai sejenak. “Jika kau bergerak sedikit saja, pergerakanmu akan terdeteksi, ku mohon, dengarlah ini.” Bathin Chanyeol tanpa berani mengalihkan pandangannya walau hanya sekedar melirik Jane.

*** Next to Chapter 2

 

 

 

 

 

One thought on “A Princess Of Dead (1)

Mohon berikan komentarmu kawan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s